Selasa, 14 Mei 2019

Sehat dengan Tempe, Jangan Salah Mengolah ya!

foto fimela.com

Sehat adalah salah satu modal utama dalam menikmati hidup. Menerapkan pola hidup sehat tidak harus menunggu tua, pola hidup sehat justru harus diterapkan sedari dini sehingga membentuk kebiasaan hingga gaya hidup. Walaupun gaya hidup sehat selalu diidentikkan dengan mahal, namun ternyata stereotip tersebut sangat tidak tepat. 

Hidup sehat dapat dimulai dengan berolahraga secara rutin dan mengkonsumsi makan-makanan sehat. Salah satu bahan pangan yang murah dan sehat asli Indonesia adalah tempe. Tempe merupakan hasil dari fermentasi kedelai. Tempe kaya akan kandungan protein dan serat yang merupakan salah satu suplay energi bagi tubuh untuk beraktivitas. Selain itu, kandungan vitamin dan mineral dari tempe mampu mendukung pertumbuhan tulang dan melancarkan sistem pencernaan.

Tempe kerap dijadikan bahan protein alternatif untuk para vegetarian. Tempe pun cocok dikonsumsi oleh balita yang sedang dalam tahap pertumbuhan. Zat gizi pada tempe lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh dibandingkan dengan kondisi utuh dalam bentuk kedelai. Hal tersebut terjadi karena setelah melalui fermentasi, zat komplek pada kedelai mengalami penguraian walaupun sebenarnya kandungan gizinya tidak mengalami perubahan. Proses fermentasi pada tempe ini melibatkan kapang Rhyzopus, selain zat gizi yang lebih mudah dicerna dan diserap tubuh, kapang ini memberikan cita rasa yang khas pada tempe.

Tempe dengan harga yang terjangkau dapat memenuhi kebutuhan protein. Protein berperan penting dalam metabolisme tubuh dan merupakan unsur penyeimbang kondisi asam basa tubuh sehingga diperoleh kondisi stabil. Sayangnya kandungan protein dalam suatu bahan pangan akan terdegradasi atau rusak karena proses pengolahan. Unsur protein merupakan unsur yang rentan mengalami perubahan atau bahkan rusak jika dikenai suhu panas, begitupun kandungan gizi pada tempe. Pengolahan yang tidak tepat berpotensi merusak komponen gizi pada tempe. Contohnya adalah pada produk olahan tempe berupa keripik tempe, dapat dipastikan kandungan gizi utama dari tempe sudah rusak karena proses panas sepanjang pengolahan keripik tempe. Bahkan untuk beberapa kasus, perlakuan panas pada proses pengolahan bahan pangan berpotensi menimbulkan zat karsinogen. 

Perlindungan tubuh dari zat karsinogen dapat diperoleh dengan mengkonsumsi antioksidan baik dari buah, sayur atau dari air mineral alkali. Manfaat air alkali untuk kesehatan yakni kandungan antioksidannya yang lebih tinggi dibandingkan dengan air mineral biasa dapat membantu tubuh untuk melawan zat karsinogen. Selain itu, air alkali alami memiliki kandungan PH yang tinggi sehingga dapat menyeimbangkan kondisi keasaman cairan yang bagus untuk kesehatan tubuh.